MATA KULIAH BIOKIMIA
(ABKC 2202)
“METABOLISME KARBOHIDRAT“
DOSEN
PENGASUH :
Hj.
NOORHIDAYATI, M.Si
H.
HARDIANSYAH, M.Si
DISUSUN
OLEH:
KELOMPOK
V A
AZIZA
MIR’ATIL HAYATI (A1C213017)
BIMO
AJI NUGROHO (A1C213219)
ELY
DWI LESTARI (A1C213212)
M.
ABDILLAH RAHMAN (A1C213055)
VIRGINIA
TAMARA (A1C213018)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
FEBRUARI
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya jualah kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah “ Metabolisme
Karbohidrat ”
ini. Sholawat dan salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW
beserta keluarga, kerabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Dalam
kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Hj. Noorhidayati, M.Si dan
H. Hardiansyah, M.Si atas bimbingan yang diberikan dalam
proses pembuatan makalah ini
selaku dosen pembimbing
mata kuliah Biokimia.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kesalahan dan sangat jauh dari
sempurna. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari semua pihak.
Kami berharap semoga makalah “ Metabolisme
Karbohidrat ”
ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bisa
memberikan manfaat bagi kita semua.
Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita. Amin ya
rabbal ‘alamin.
Banjarmasin, 20 Februari 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Di dalam kehidupan, karbohidrat merupakan molekul yang
sangat penting bagi tubuh makhluk hidup. Kata karbohidrat berasal dari kata karbon dan air. Secara sederhana
karbohidrat didefinisikan sebagai polimer gula. Karbohidrat adalah senyawa
karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil. Karbohidrat paling
sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid atau aldosa) atau
berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa). Pokok bahasan ini erat kaitannya dengan kerja tubuh kita
sehari-hari. Selain untuk menambah pengetahuan dan wawasan kami, pembuatan
makalah ini juga dapat membuat kami menyadari akan kebesaran Allah Yang Maha
Esa dan menjadi belajar lebih bersyukur.
Dengan adanya naluri rasa ingin tahu pada diri manusia
menyebabkan perkembangan yang sangat pesat dibidang apapun, termasuk masalah yang berkaitan
dengan metabolisme karbohidrat yang diangkat
dari berbagai media seperti
buku, internet, dan lain-lain.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan metabolisme
karbohidrat?
2.
Bagaimana
proses glikolisis?
3.
Apakah
yang dimaksud dengan glikogenesis dan glikogenolisis?
4.
Bagaimanakah siklus asam sitrat?
5.
Berapakah
energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui pengertian
metabolisme karbohidrat.
2.
Untuk mengetahui proses glikolisis.
3.
Untuk mengetahui proses glikogenesis dan glikogenolisis.
4.
Untuk
mengetahui proses siklus asam sitrat.
5.
Untuk mengetahui energi yang dihasilkan dari metabolisme karbohidrat.
D.
MetodePenulisan
Pada
makalah ini kami menggunakan metode perpustakaan yang berasal dari buku-buku
pengetahuan alam dan melalui media internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Metabolisme
Metabolisme adalah keseluruhan proses kimiawi
dalam tubuh organisme yang melibatkan energi dan enzim, diawali dengan substrat
awal dan diakhiri produk akhir. Metabolisme dapat digolongkan menjadi dua,
yakni proses penyusunan yang disebut anabolisme
dan proses pembongkaran yang disebut katabolisme.
Karbohidrat merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O
dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil) melalui
fotosintesis. Zat makanan ini merupakan sumber energi bagi organisme
heterotrof(makhluk hidup yang memperoleh energi dari sumber senyawa organik di lingkungannya). Pada proses
pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis(penguraian dengan
menggunakan molekul air). Proses pencernaan karbohidrat terjadi dengan
menguraikan polisakarida menjadi monosakarida.
A. Pembagian Karbohidrat
Berdasarkan gugus gula penyusunnya, karbohidrat
terbagi atas:
1. Monosakarida(C6H12O6)
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.Monosakarida ini memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah heksosa, glukosa, fruktosa, galaktosa, monosa, ribose (penyusun RNA) dan deoksiribosa(penyusun DNA).
Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu gugus gula.Monosakarida ini memiliki rasa manis dan sifatnya mudah larut dalam air. Contoh dari monosakarida adalah heksosa, glukosa, fruktosa, galaktosa, monosa, ribose (penyusun RNA) dan deoksiribosa(penyusun DNA).
2. Disakarida(C12H22O11)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula.Sama seperti monosakarrida,Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah larut dalam air.Contoh dari Disakarida adalah laktosa(gabungan antara glukosa dan galaktosa),sukrosa(gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa(gabungan antara dua glukosa)
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugus gula.Sama seperti monosakarrida,Disakarida juga memiliki rasa manis, dan sifatnyapun mudah larut dalam air.Contoh dari Disakarida adalah laktosa(gabungan antara glukosa dan galaktosa),sukrosa(gabungan antara glukosa dan fruktosa) dan maltosa(gabungan antara dua glukosa)
3. Polisakarida(C6H11O5)
Polisakarida adalah karbohidrat yang
terdiri dari banyak gugus gula,dan
rata-rata terdiridari lebih 10
gugus gula.Pada umumnya polisakarida tidak berasa atau pahit,dan
sifatnyasukar larut dalam air. Contohnya dari polisakarida adalah amilum yang
terdiri dari 60-300gugus gula berupa glukosa,glikogen atau gula otot yang
tersusun dari 12-16 gugus gula,danselulosa,pektin,lignin,serta kitin yang
tersusun dari ratusan bahkan ribuan gugus guladengan tambahan senyawa lainnya.
B. Fungsi Karbohidrat
:
1. Sebagai
sumber energi utama.
2. Berperan
penting dalam proses metabolisme,menjaga keseimbangan asam dan basa dalam
tubuh, dan pembentuk struktur sel,jaringan,serta organ tubuh,
3. Membantu
proses pencernaan makanan dalam prose pencernaan,
Jadi, pengertian metabolisme karbohidrat adalah
suatu proses reaksi secara mekanis dan kimiawi karbohidrat di dalam tubuh
makhluk hidup.(Reece-Mitchell, 2002:90).
2.2
Proses
Glikolisis
Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat
di bagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan
yang menggunakan oksigen atau aerob.Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian
reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut
glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu,
dan akan dibahas satu persatu.
1. Heksokinase
Tahap
pertama proses glikolisis adalah pengubahan glukosa menjadi glukosa -6-fosfat
dengan reaksi fosforilasi. Gugus fosfat diterima dari ATP dalam reaksi sebagai
berikut :
Enzim heksokinase merupakan katalis
dalam reaksi tersebut di bantu oleh ion Mg++ sebagai kofaktor. Heksokinase yang berasal
dari ragi merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari ATP tidak
hanya kepada glukosa tetapi juga kepada fruktosa, manosa dan glukosamina.
2. Fosfoheksoisomerase
Reaksi
berikutnya ialah isomerisasi, yaitu pengubahan glukosa -6-fosfat menjadi
fruktosa -6-fosfat, dengan enzim fosfoglukoisomerase. Enzim ini tidak
memerlukan kofaktor dan telah diperoleh dari ragi dengan cara klistalisasi.
Enzim fosfoheksoisomerase terdapat pada jaringan otot dan mempunyai berat
molekul 130.000.
3. Fosfofruktokinase
Fruktosa-6-fosfat
diubah menjadi fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase dibantu oleh
ion Mg++ sebagai kofaktor.
Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dari ATP kepada fruktosa-6-fosfat dan
ATP sendiri akan berubah menjadi ADP. Fosfofruktokinase dapat dihambat atau
dirangsang oleh beberapa metabolit,
yaitu senyawa yang terlibat dalam proses metabolisme ini.
4. Aldolase
Reaksi tahap keempat dalam
rangkaian reaksi glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa-1,6-difosfat
membentuk dua molekul triosa fosfat, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan
D-gliseral-dehida-3-fosfat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi
katalis, telah ditemukan dan dimurnikan oleh Warburg.
5.
Triosafosfat
Isomerase
Dalam reaksi penguraian oleh enzim
aldolase terbentuk dua macam senyawa, yaitu D-gliseraldehida-3-fosfat dan
dihidroksiasetonfosfat. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dalam proses
glikolisis ialah D-gliseraldehida-3-fosfat. Andaikata sel tidak mampu mengubah
dihidroksiasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat, tentulah
dihidroksiasetonfosfat akan bertimbun dalam sel. Hal ini tidak berlangsung
karena dalam sel enzim triosafosfat isomerase yang dapat mengubah
dihidroksiasetonfosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat.
6.
Gliseraldehida-3-Fosfat
Dehidrogenase
Enzim
ini bekerja sebagai katalis pada reaksi oksidasi gliseraldehida-3-fosfat
menjadi asam 1,3 difosfogliserat. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+,
sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat.Reaksi oksidasi ini mengubah
aldehida menjadi asam karboksilat.
7.
Fosfogliseril
Kinase
Reaksi
yang menggunakan ini ialah reaksi pengubahan asam 1,3-difosfogliserat menjadi
asam 3-fosfogliserat.Dalam reaksi ini terbentuk satu molekul ATP dari ADP dan
ion Mg++ diperlukan sebagai kofaktor. Oleh karena ATP adalah senyawa
fosfat berenergi tinggi, maka reaksi ini mempunyai fungsi untuk menyimpan
energi yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam bentuk ATP.
8.
Fosfogliseril
Mutase
Fosfogliseril
mutase bekerja sebagai katalis pada reaksi pengubahan asam 3-fosfogliserat
menjadi asam 2-fosfogliserat.
9.
Enolase
Reaksi
berikutnya ialah reaksi pembentukan asam fosfoenolpiruvat dari asam
2-fosfogliserat dengan katalis enzim enolase dan ion Mg ++ sebagai
kofaktor.Reaksi pembentukan asam fosfoenol piruvat ini ialah reaksi dehidrasi.
10.
Piruvat
Kinase
Enzim
ini merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari asam
fosfoenolpiruvat kepada ADP sehingga terbentuk molekul ATP dan molekul piruvat.
Piruvat kinase telah dapat diperoleh dari ragi dalam bentuk kristal. Enzim ini
adalah suatu tetramer dengan berat molekul 165.000.dalam reaksi tersebut, di
perlukan ion Mg++ dan K+ sebagai aktivator.
2.3
Proses Glikogenesis dan
Glikogenelisis
1. Proses Glikogenesis
Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen dari glukosa kemudian
disimpan dalam hati dan otot. Pada
proses ini, lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen
akan diaktivasi di dalam hati, olehhormoninsulinsebagairesponterhadaprasioguladarah
yang meningkat, misalnyakarenakandungankarbohidratsetelahmakan
atauteraktivasipadaakhirsiklus Cori.
Pada hati,
glikogenesis berfungsi untuk
mempertahankan kadar gula darahsedangkan padaotot bertujuan untuk kepentingan otot sendiri dalam membutuhkan energi.
Proses Glikogenesis terjadi apabila jumlah glukosa ( dari makanan ) yang masuk
kedalam tubuh terlalu berlebih maka glukosa tersebut akan disimpan di hati
dalam bentuk glikogen. Proses terjadinya glikogenesis :
1.
Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan
glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa
1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami
fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible
yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
· Enz-P
+ Glukosa 6-fosfat «Enz + Glukosa 1,6-bifosfat « Enz-P + Glukosa 1-fosfat
3. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh
enzim UDPGlc pirofosforilase.
· UTP
+ Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi
4. Hidrolisis pirofosfat inorganic
berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan
persamaan reaksi
5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4pada
residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen
yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen
primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya
dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.
· UDPGlc
+ (C6)n à UDP + (C6)n+1
Glikogen
Glikogen
Residu glukosa yang lebih lanjut
melekat pada posisi 1à4 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh
glikogen sintase.Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul
glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi
jumlah molekul glikogenin.
6. Setelah rantai dari glikogen primer
diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11
residu glukosa, maka enzim pembentuk
cabang memindahkan bagian dari rantai 1à4 (panjang minimal 6 residu
glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1à6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh
dengan penambahan lebih lanjut 1àglukosil dan pembentukan cabang selanjutnya.
Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak
reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis
maupun glikogenolisis. (Murray dkk. Biokimia Harper)
Tampak
bahwa setiap penambahan 1 glukosa
pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen
sintase.Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari
glikogen induknya dan berpindah tempat untuk membentuk cabang.Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim pembentuk cabang (branching enzyme).
2. Proses
glikogenelisis
Glikogenolisis
merupakan
reaksi pemecahan molekul glikogen menjadi molekul glukosa. Proses ini terjadi
apabila tubuh membutuhkan glukosa, untuk digunakan lebih lanjut dalam proses
glikolisis. Glikogenolisisjuga
dapat berarti lintasan metabolisme
yang digunakan oleh tubuh, selain glukoneogenosis untuk menjaga keseimbangan
kadar glukosa
di dalam plasma darah untuk menghindari simtomahipoglisemia.
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan,
maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi.
Proses ini dinamakan glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari
glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan ikatan
glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim fosforilase. Enzim ini
spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 1à4 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu
glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara
berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap
sisi cabang 1à6.
(C6)n + Pià (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen
Glikogen
Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator
pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya sehingga membuat
titik cabang 1à6 terpajan. Hidrolisis ikatan 1à6 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang
(debranching enzyme) yang spesifik. Dengan
pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat
berlangsung. (Murray
dkk. Biokimia Harper)
Berikut
tahap-tahap glikogenelisis :
a.
Tahap
pertama penguraian glikogen adalah pembentukan glukosa 1-fosfat. Berbeda dengan
reaksi pembentukan glikogen, reaksi ini tidak melibatkan UDP-glukosa, dan
enzimnya adalah glikogen fosforilase. Selanjutnya glukosa 1-fosfat diubah
menjadi glukosa 6-fosfat oleh enzim yang sama seperti pada reaksi kebalikannya
(glikogenesis) yaitu fosfoglukomutase.
b.
Tahap
reaksi berikutnya adalah pembentukan glukosa dari glukosa 6-fosfat. Berbeda
dengan reaksi kebalikannya dengan glukokinase, dalam reaksi ini enzim lain,
glukosa 6-fosfatase, melepaskan gugus fosfat sehigga terbentuk glukosa. Reaksi
ini tidak menghasilkan ATP dari ADP dan fosfat.
c.
Glukosa yang terbentuk inilah nantinya akan
digunakan oleh sel untuk respirasi sehingga menghasilkan energi, yang energi
itu terekam / tersimpan dalam bentuk ATP
2.4 Siklus Asam Sitrat
Pada bagian sebelumnya telah dibahas
mengenai jalur glikolisis yang mengubah glukosa menjadi piruvat. Pada keadaan
aerob, langkah berikutnya pada pembentukkan energi dari glukosa adalah
dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil koenzim A (asetil koA). Unit
asetil aktif ini kemudian mengalami oksidasi sempurna menjadi CO2
melalui siklus asam sitrat.
Siklus asam sitrat adalah serangkaian
reaksi kimia dalam sel, yaitu pada mitokondria, yang berlangsung secara
berurutan dan berulang, bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2,
H2O dan sejumlah energi. Proses ini adalah proses oksidasi dengan
menggunakaan oksigen atau aerob (Poedjiani, A : 264).
Siklus asam sitrat dikenal juga sebagai
siklus asam trikarboksilat atau siklus krebs, menggunakan nama penemunya Hans Krebs seorang ahli biokimia yang
banyak jasa atau sumbangannya dalam penelitian tentang metabolisme karbohidrat.
Siklus asam sitrat
merupakan jalur metabolisme bersama untuk oksidasi molekul bahan bakar seperti
asam amino, asam lemak dan karbohidrat, juga berperan sebagai sumber bahan
pembangun untuk proses-proses biosintesis.Sebagian besar molekul masuk siklus
asam sitrat sebagai Asetil KoA.Dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil
koA merupakan penghubung antara glikolisis dengan siklus asam sitrat. Pada
eukariot, reaksi ini dan reaksi dalam siklus berlangsung dalam mitokondria,
sedangkan glikolisis berlangsung di sitosol (Stryer, L : 525).
Berikut adalah gambaran ringkas siklus
asam sitrat:
·
Senyawa C4 (oksaloasetat)
berkondensasi dengan senyawa C2 membentuk senyawa C6
(asam trikarboksilat / sitrat). Reaksi dikatalisis oleh enzim sitrat sintase.
·
Sitrat mengalami isomerisasi menjadi
isomer sitrat. Reaksi dikatalisis oleh enzim sitrat akotase.
·
Isomer sitrat kemudian mengalami
dekarboksilasi oksidatif menjadi senyawa C5 (α-ketoglutarat). Reaksi
dikatalisis oleh enzim isositrat dehidrogenase dan menghasilkan NADH dan CO2.
·
Senyawa ini mengalami dekarboksilasi
oksidatif lagi menjadi senyawa C4 (suksinil ko-A. Reaksi dikatalisis
oleh enzim α-ketoglutarat dehidrogenase dan menghasilkan NADH dan CO2.
·
Senyawa C4 (suksinil ko-A)
lalu dipecah menjadi suksinat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim
suksinil koA sintase. Menghasilkan senyawa fosfat berenergi tinggi (GTP).
·
Suksinat (C4) dioksidasi
menjadi fumarat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim suksinat
dehidrogenase dan menghasilkan FADH2.
·
Fumarat (C4) mengalami hidrasi
menjadi malat (C4). Reaksi dikatalisis oleh enzim fumarase.
·
Akhirnya malat (C4)
dioksidasi menghasilkan kembali oksaloasetat (C4). Reaksi
dikatalisis oleh enzim malat dehidrogenase dan menghasilkan NADH.

2.5 Energi yang dihasilkan pada
Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme merupakan
modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel.
Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul
organik kompleks yang biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan
enzim. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam sel, tanpa
metabolisme makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.
Pada glikolisis aerob, energi ysng
dihasilkan terinci sebagai berikut:
· Hasil
tingkat substrat :
+4P
· Hasil
oksidasi respirasi :
+6P
· Jumlah
:
4P+6P = 10P
· Dikurangi
untuk aktivasi glukosa dan fruktosa 6P :
-2
· Hasil
akhir :
10P-2P = 8P
Pada glikolisis anaerob, energi yang
dihasilkan terinci sebagai berikut:
· Hasil
tingkat substrat :
+4P
· Hasil
oksidasi respirasi :
+0P
· Jumlah :
4P+0P = 4P
· Dikurangi
untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :
-2P
· Hasil
akhir :
4P-2P = 2P
Pada siklus asam sitrat, energi yang
dihasilkan terinci sebagai berikut:
a. Tiga
molekul NADH, menghasilkan :
3 X 3P = 9P
b. Satu
molekul FADH2, menghasilkan :
1 X 2P= 2P
c. Pada
tingkat substrat :
1P
Jumlah :
12p
Satu
siklus krebs akan menghasilkan energi
3P+3P+1P+2P+3P = 2P
Apabila
dihubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat, dan siklus krebs akan dapat
kita itung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan
energi dengan rincian sebagai berikut:
a. Glikolisis
: 8P
b. Oksidasi
piruvat (2X3P)
: 6P
c. Siklus
krebs (2X12P)
: 24P
Jumlah : 38P
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Metabolisme karbohidrat adalah proses yang mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik
kompleks.
2.
Glikolisis
merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat, dan
selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus
Kreb’s).
3.
Glikogenesis adalah
lintasan metabolisme
yang mengkonversi glukosa
menjadi glikogen
untuk disimpan di dalam hati.
4.
Jika
glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah
untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan
glikogenolisis.
5.
Siklus asam sitrat adalah serangkaian
reaksi kimia dalam sel, yaitu pada mitokondria, yang berlangsung secara
berurutan dan berulang, bertujuan mengubah asam piruvat menjadi CO2,
H2O dan sejumlah energi.
6.
Kalau
kita hubungkan jalur glikolisis, oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s, akan dapat
kita hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan
energi dengan rincian sebagai berikut:
1.
Glikolisis
: 8P
2.
Oksidasi
piruvat (2 x 3P) : 6P
3.
Siklus
Kreb’s (2 x 12P) : 24P
Jumlah : 38
B. Saran
Campbell. 2002. Biologi Edisi kelima-jilid 2.Jakarta:
Erlangga
Martoharsono,
Soeharsono. 1978. Biokimia Jilid I.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
McKee, Trudy. McKee,
James R. 2003. Biochemistry the Molecular
Basis of Life Third Edition. McGraw-Hill, Inc. New York.
Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV, Penerjemah
Hartono Andry, Jakarta: EGC
Poedjiani, Anna.
Supriyanti, F. M. Titin. 2006. Dasar-Dasar
Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta
Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian
Biokimia FKUI), Jakarta: EGC
Wirahadikusuma, M., 1988.Metabolisme Karbohidrat dan Lemak, ITB, Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar